cakbudi

Berkunjung ke Islamic Kids House Buah Hati Kita

In Profil Sekolah on Juni 25, 2008 at 6:51 am

Siang itu sekitar 15 balita duduk berjajar di kursi-kursi kecil. Meski, memang banyak yang tidak bisa duduk tenang. Dihadapannya tersaji mangkuk-mangkuk kecil denagn menu makanan yang berbeda. Baru beberapa sendok nasi masuk ke mulut. Zaidan, si kecil yang berumur 3 tahun sudah melompat-lompat di ikuti oleh Aisy dan Naim. Tak pelak amma Wati dengan sabar membawa 3 mangkuk tersebut sambil mengikuti arah ketiga bocah kecil itu sambil disuapi. Dipojok yang berbeda ada beberapa anak yang sudah cukup besar ± 6-7 tahun. “Aku sudah sekolah TK B” sahut Zakya. Kemudian disusul Dhea. “Kalau aku TK A” tambah Billa dan Brian, sambil terus melanjutkan makannya.

Begitulah gambaran ke seharian di Taman Penitipan Anak Islami (TPAI) Buah Hati Kita yang berlokasi di Jl. Mastrip Timur 106, Telp 0331-339979. Islamic Kids House dengan area seluas 530 m2 sebagai Badan Otonomi dari Yayasan Mutiara Bunda sebagai penaungnya memiliki 5 program yaitu :

  1. rintis sejak Agustus 2000, yang diawali numpang dirumah salah satu pegurus dan saat itu mengontrak selama 5 1/2 tahun.
  2. Kelompok Bermain Islam Terpadu (KBIT) yang dimulai sejak tahun 20032 yang selama 2 tahun berjalan di pavilyun dari ruamh kontrak (rumah induk untuk TPAI). Sejak 2005 sudah punya gedung sendiri.
  3. TKIT (Taman Kanak-kanak Islam Terpadu) berdiri tahun 2006.
  4. Kelas kebutuhan khusus untuk anak-anak berkebutuhan khusus, tiap anak diasuh oleh satu terapis. Program ini berjalan sejak 2005.
  5. Konseling psikologi ; melayani konsultasi khusus wali murid gratis, setiap hari selasa. Namun juga tidak menutup kemungkinan bagi masyarakat umum.

Jumlah murid total dari semua program tersebut saat ini ada 75 orang anak.

Islamic Kids House ini di manage oleh Ibu Kholisah, SP dan sekolah dipimpin oleh seorang kepala sekolah Ibu Syafrida Hariani. SDM yang terlibat dalam lembaga saat ini: 8 oarng pengasuh, 3 orang terapis dan 3 orang tenaga non pendidik (administrasi, penjaga sekolah, dan cleaning service).

Jika anda berkunjung, khusus di Penitipan Anak, dari luar terkesan bentuk bangunan memang seperti rumah, hal ini beralasan konsep rumah ini memang dibuat agar anak-anak betah dan nyaman seperti di rumah sendiri. Dengan didukung fasilitas bermain yang ada dengan jumlah yang cukup, diharapkan anak-anak asik bersama teman-temannya, sehingga anak mandiri, tidak rewel ditinggal orang tuannya kerja. Tidak jarang memang, saat awal-awal sang anak menangis karena belum kenal “amma” nya atau teman-teman lainnya.

“Sudah, ditinggal aja Bu, Ibu jangan khawatir dan saat di kantor jangan dicemaskan. Kalau Ibu tenang Insya Allah putra Ibu akan tenang di sini” saran bu Is (sapaan akrab Ibu Syafrida seorang kepala sekolah) pada ibu muda yangmenjadi guru di sebuah SMP di Jember itu dengan lembut.

Memang begitulah setiap orang tua, tidak tega melihat putra-putrinya menangis. Padahal sepeninggal Ibunya dari halaman sekolah, putranya sedang bergabung bermain dan bercanda dengan teman-teman sebayanya, ada saja bahan dan tema bermain mereka.

Kedelapan orang pengasuh yang telaten tersebut berlatar pendidikan SMA, bahkan ada yang dengan jerih payahnya sebagai pengasuh tersebut mereka mampu membiayai kuliah sendiri tanpa bantuan orang tua (karena kondisi yang memungkinkan) hingga saat ini menjelang lulus, baik itu D2 atau S1.

Capek memang 4 jam (1 sit) bekerja mengasuh anak, dilanjutkan sorenya kuliah, naik sepeda ngontel lagi. “Maklum honornya belum bisa untuk mengangsur Mio” sahut mereka ketika digoda wali murid yang bercanda disela-sela menjemput putranya. 8 pengasuh tersebut terbagi dalam 2 sit. Sit pertama ada 4 orang jam 07.00 s/d 12.00 WIB kemudian dilanjutkan sit kedua ada 4 orang juga dari jam 12.00 s/d 16.00 WIB.

Perjalanan mengelola Taman Penitipan Anak Islami ini memang tidak mudah, berbagai kendala selalu ada. Misalnya: mencari pengasuh lulusan SMA yang sabar dan telaten pada anak kecil. Siap tidak jijik dengan mengajari “Toilet training”, tidak jarang jika orang tuanya sedang sibuk, anak dalam keadaan kurang sehat pun tetap dititipkan. Sehingga “ammanya” yang harus mengendong. Dari situ tidak sembarangan orang yang bisa menjadi pengasuh di Buah Hati Kita ini.

Apalagi dari hasil penelitian saudari Syahroni Bahtiar dari Universitas Muhammadiyah (UNMUH) Jember yang menyusun skripsi untuk gelar Sarjana Keperawatan. Bahwa perkembangan anak yang diasuh di TPA mempunyai tingkat perkembangan normal dengan prosentasi 93.75%. Sedangkan yang diasuh oleh keluarga dengan prosentase 50%.Berdasarkan hasil uji komparasi dengan menggunakan uji Mann-Whitney didapatkan p= 0.002 (p < 0.005) yang berarti ada perbedaan perkembangan anak antara diasuh keluarga dengan dititpan anak.

Kadang ada orang tua yang merasa anaknya sehat. Jika saatnya sakit menganggap dari TPAI lah anaknya tertular batuk. Padahal, kadang memang bekal yang dibawakan dari rumah untuk putra/putrinya pencetus radang misalnya.

Liku-liku ini terus saja dilalui, karena melayani masyarakat dari latar belakang karakter yang bermacam-macam. Dengan tetap teguh mengembang visi “Unggul dalam mencetak anak cerdas berakhlak Islami” diharapkan dengan didikan aqidah, ibadah dan akhlaq yang berkesinambungan akan muncul generasi pemimpin bangsa yang lahir dari jiwa-jiwa si kecil yang suci demi meraih ridho Illahi.

Terima kasih untuk Ibu Syafrida yang sudah menulis untuk saya, semoga apa-apa yang kita usahakan diberi kemudahan dan menjadi berkah untuk semua. amin

bagi temen-temen yang tinggal di Jember dan membutuhkan tempat untuk si kecil belajar, bisa menghubungi :

Taman Penitipan Anak Islami (TPAI) Buah Hati Kita
Jl. Mastrip Timur 106 Jember
Telp 0331-339979

Iklan
  1. […] Harus Bermakna Untuk Sesama « Tutorial Membuat Image Untuk Tutorial Saya (Photoshop) Berkunjung ke Islamic Kids House Buah Hati Kita […]

  2. upaya yang bagus sekali cak! ah, sayang tidak di surabaya… hiks…

  3. @gempur
    matur nuwun pakde, sampun mampir 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: